Belajar DesainSusu Kedelai

Untuk tampilan membaca yang lebih baik, Buka di web browser

KLIK DISINI
___

Kamis lalu, saya gagal mendapatkan sarapan Nasi Padang. Ternyata mencari Rumah Makan Padang yang sudah menyajikan masakan di pagi hari itu sangat sulit. Sementara itu ada janji di RSGM yang harus dipenuhi pukul setengah sepuluh. Akhirnya kuurungkan niatku sarapan nasi padang dan berangkat ke RSGM.

Singkat cerita tiba di RSGM setelah membeli sebotol susu kedelai cimory, roti keju sobek, dan sebungkus onigiri.

Pukul sepuluh lewat empat puluh satu. Terlambat sebelas menit. Setelah duduk menunggu sembari menghabiskan onigiri, mari kita lanjut ke cerita inti.

Tutup Susu Kedelai

Siang hari bada zuhur, saya memutuskan meminum susu kedelainya. Analisisnya kita mulai disini.

Membuka tutup botol kerap kali menjadi hal yang biasa saja, hingga saya mencoba membuka tutup botol Susu Kedelai Cimory. Menantang! Menarik picu kerja otak untuk memikirkannya.

Mari kita lihat wujud susu kedelai yang dimaksud.  —berhubung saya lupa tidak memotret produk belanjaannya, jadi saya comot dari internet, sumber foto ada di bagian bawah tulisan ini—

Desain iklan Soya Milk dari Cimory.
Desain iklan Soya Milk dari Cimory.

Untuk menjaga kualitas minuman yang ada di dalamnya, produsen biasanya menambahkan segel aluminium di mulut botol. Agar bakteri sulit masuk ke dalam botol. Namun, ternyata ini menjadi tantangan buat saya untuk membukanya.

Untuk menjelaskan bagian yang mana, ada comotan gambar di bawah ini.

Susu kedelai

Mendapati segel aluminium di mulut botol, saya spontan langsung mencoba membukanya dengan cara “mengupas”. Diluar dugaan, segel itu sangat rapat dan menempel baik di tutup botol. Sangat keras untuk dibuka. Kesulitan ini didukung juga dengan kuku yang sedang pendek, menambah faktor kemenangan di sisi segel ini untuk sulit dibuka.

Pantang menyerah, saya mencari siasat lain. Mata kemudian memindai segel itu. Apa yang dicari? Sisi dengan tepi yang lebih panjang. Seperti yang ada di agar-agar harga seribuan. Nihil! Tidak ditemukan.

Cara pertama : Mengupas (gagal).

“Oh mungkin ada di tutupnya” persepsi berbisik.

Memindai tutup botol, mencari sisi yang tajam. Seperti tadi, tidak ditemukan. Beberapa kalipun dipindai tidak kutemukan.

Cara kedua : Mencari sisi tajam (gagal).

Cari cara lain.

Dengan ingatan semu, memastikan di dalam tas. Apakah masih ada sisa tusuk gigi yang belum terpakai. Setelah merogoh cukup lama, ketemulah ia. Ya tusuk gigi dari salah satu rumah makan yang kuminta. Masih utuh dengan bungkus kertasnya.

Minumanku bisa kusantap.

Cara ketiga : tusuk gigi (berhasil!)

Desain Produk

Berbicara desain, tidak melulu soal warna, huruf, bentuk atau tampilan yang menarik konsumen. Tetapi juga bagaimana memikirkan fungsi produk (functionality),  bagaimana pengalaman konsumen nanti ketika menikmati produknya (usability).

Desain yang baik adalah desain menengahi antara fungsi sebuah elemen dalam produk, dengan pengalaman konsumen dalam menggunakan produk tersebut. Sehingga tidak hanya “keinginan” produsen yang terpenuhi, namun juga konsumen dapat menerima “keinginan” tersebut dengan cara yang elegan.

Langsung kepada objeknya. Segel aluminium.

Elemen segel ini, secara fungsi mencegah bakteri memasuki botol. Penambahan segel mengakibatkan diperlukannya usaha lebih konsumen untuk membuka botol. Maka, diperlukan solusi untuk mempermudah konsumen membuka botol.

Saya rasa mudah dipahami.

Keinginan produsen: mencegah bakteri memasuki botol, sehingga produk bisa lebih tahan lama.

Kebutuhan konsumen: meminum produk dengan cepat dan mudah.

Desain solusi

Solusi yang ditulis dibawah adalah ulasan dari usaha membuka botol di awal tulisan ini.

Sisi segel yang lebih panjang

Beberapa produk yang menggunakan segel sudah memiliki ini. Misalnya agar-agar seribuan yang ada di kantin SD. Oreo mini, dan sebagainya. 
Bagian yang lebih panjang ini memudahkan konsumen memegang dengan cengkeraman yang lebih kuat.

Tutup botol yang tajam

Desain tutup botol ini yang pernah saya dapatkan di produk serupa dengan merk yang berbeda.

Produk ini memiliki segel aluminium yang sama-sama sulit dibuka. Namun, ia menyajikan tutup botol dengan ujung runcing. Fasilitas yang diciptakan untuk merobek segel yang sulit dibuka.

“Don’t make me think” Design

Ketika konsumen berpikir cara untuk memenuhi kebutuhannya dari produk yang sudah dia beli dari kita. Maka perlu diadakannya validasi usability kepada konsumen. Apapun hasil timbal balik dari konsumen, jangan pernah ragu untuk mendesain kembali yang menjadi masalah konsumen.

Penerapannya dalam perusahaan, perlu disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.


Mudah-mudahan bisa menjadi curahan yang berguna. Saya masih sangat belajar, jangan ragu untuk memberikan kritik apabila ada kekeliruan.

I know that i know nothing.
– Socratic Paradox


Sumber Gambar

https://cimory.com/wp-content/uploads/2016/11/soya-milk-cimory.jpg

https://scontent-atl3-1.cdninstagram.com/vp/79dae11ca3207c557a8ab8431151f17b/5C008B2A/t51.2885-15/e35/25025465_2028026600776920_3935275299767320576_n.jpg

https://majushop.com/image?id=6msnPwYlI%2BiRCTksGkTn6ysBaKIGS6F2N%2F8ohfF6JCo%3D&option=2&t=1535226502

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment